Sabtu, 11 Januari 2014

“ MENETAPKAN MASALAH DAN MENETAPKAN PENYEBAB MASALAH”

MAKALAH MUTU PELAYANAN KEBIDANAN
“ MENETAPKAN MASALAH DAN MENETAPKAN PENYEBAB MASALAH”



O
L
E
H


KELOMPOK 2
-          EKA NOVYANTI
-          FITRIA KEMALA DEWI
-          GHEA AYU ANDINI
-          INTAN MEIWELL PUSPITA
-          LAURA FEBRINA
TINGKAT III.B


DOSEN PEMBIMBING:
ULVI MARIATI, S.Kp.,M.Kes

PRODI D-III KEBIDANAN PADANG
POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
2013

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah mutu pelayanan kebidanan tentang menetapkan masalah dan menetapkan penyebab masalah sebagai salah satu mata kuliah Mutu Pelayanan Kebidanan.
            Dalam penyusun makalah ini penulis mendapat bimbingan dari dosen. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Mutu Pelayanan Kebidanan yaitu ibu Ulvi Mariati S.Kp, M.Kes semoga ilmu yang beliau berikan mendapat pahala disisi-Nya.
            Terima kasih atas doa dan dukungannya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang akan membantu kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
            Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan terutama bagi penulis sendiri. Amin.


                Padang,   Desember 2013              
                                                                       


                                                                                                                        Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang.................................................................................................... 1
1.2     Tujuan Masalah................................................................................................... 2
BAB II  LANDASAN TEORI
2.1     Menetapkan Masalah Mutu................................................................................. 3
2.2     Menetapkan Penyebab Masalah Mutu ................................................................ 4
BAB III PENUTUP
3.1      Kesimpulan...............................................................................................           6
3.2     Saran ................................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN

a.      LatarBelakang

Pelayanan bermutu atau berkualitas sering dikaitkan dengan biaya. Rosemary E. Cross mengatakan bahwa secara umum pemikiran tentang kualitas sering dihubungkan dengan kelayakan, kemewahan, kecantikan, nilai uang, kebebasan dari rasa sakitdan ketidaknyamanan, usia harapan hidup yang panjang, rasa hormat, kebaikan.
Pelayanan kesehatan merupakan upaya yang di selenggarakan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok maupun masyarakat.
Mutu pelayanan kebidanan menunjukan pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan rasa puas pada klien. Kualitas jasa adalah bagian terpenting dalam memberi kepuasan kepada pelanggan. Pelayanan kebidanan dibawah naungan organisai profesi juga terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan. Kepuasan pasien dan kepercayaan pasien terhadap suatu organisasi sebenarnya sangat memegang peranan penting dalam persaingan disegmen pasar karena pasien/klien sebagai pelanggan merupakan alat promosi yang paling efektif dan akurat untuk menarik perhatian pelanggan lainnya dengan cara memberi informasi kepada orang lain.
Masalah adalah sesuatu hal yang tidak sesuai dengan harapan. Dengan demikian, masalah mutu layanan kesehatan adalah kesenjangan yang terjadi antara harapan dengan kenyataan dari berbagai dimensi mutu layanan kesehatan termasuk kepuasan pasien, kepuasan petugas kesehatan, dan kepatuhan petugas kesehatan dalam menggunakan standar layanan kesehatan sewaktu memberikan layanan kesehatan kepada pasien.



b.      Tujuan
1.      Untukmengetahuicaramenetapkanmasalahmutu
2.      Untukmengetahuilangkah-langkahmenetapkanmasalahmutu
3.      Untukmengetahuicaramenetapkanpenyebabmasalahmutu
4.      Untukmengetahuilangkah-langkahmenetapkanpenyebabmasalahmutu



















BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Menetapkan Masalah Mutu

Masalah adalah sesuatu hal yang tidak sesuai dengan harapan. Dengan demikian, masalah mutu layanan kesehatan adalah kesenjangan yang terjadi antara harapan dengan kenyataan dari berbagai dimensi mutu layanan kesehatan termasuk kepuasan pasien, kepuasan petugas kesehatan, dan kepatuhan petugas kesehatan dalam menggunakan standar layanan kesehatan sewaktu memberikan layanan kesehatan kepada pasien.
Masalah mutu layanan kesehatan dapat dikenali dengan berbagai cara antara lain :
1.      Melalui pengamatan langsung terhadap petugas kesehatan yang sedang melakukan layanan kesehatan;
2.       Melalui wawancara terhadap pasien dan keluarganya, masyarakat, serta petugas kesehatan;
3.      Dengan mendengar keluahan pasien dan keluarganya, masyarakat, serta petugas kesehatan;
4.      Denganmenbacasertamemeriksacatatandanlaporansertarekammedik.
Inventarisasimasalahmutulayanankesehatandasarakandilakukanolehkelompok. Jaminan mutulayanankesehatanmelaluicurahpendapatatauteknikkelompok nominal. Setiapanggotakelompokdimintamengemukakansebanyakmungkinmasalahmutulayanankesehatan.Setelahterkumpul, masalah utu tersebutharusdiseleksiuntukmembedakanmana yang benar-benarmasalahmutuataubukan.Seleksidilakukanmelaluiklarifikasidankomfirmasiterhadapmasalah yang terkumpul.
Klarifikasi di siniditujukanuntukmenghilangkanataumemperjelasmasalah yang belumatautidakjelasdanuntukmenghindariterjadinyamasalahmutulayanankesehatan yang tumpangtindih.Komfirmasimaksudnyaadalahterdapatnyadukungan data untuksetiapmasalah yang telahdiklarifikasikansebagaibuktibahwamasalahmutulayanankesehatanmemangada.
Setelahdilakukanklarifikasidankonfirmasi, maka yang bukanmasalahmutuakandisingkirkan, sementaramasalahmutu yang tersisaakanditentukanprioritasnya. Masalahmutu yang baikdapatdigunakansebagaibahan ajar untukmencaripengalamandalammemecahkanmasalahmutulayanankesehatan.Karakteristikmasalahmutusemacaminiantaralain :
1.      mudahdikenali, karenabiasanyadapatdipecahkandenganmudahdancepat;
2.      masalahmutulayanankesehatan, yang menurutpetugaslayananpenting;
3.      masalahmutulayanankesehatan yang mempunyaihubunganemosionaldenganpetugaslayanan.

Beberapalangkahpokok yang harusdilakukandalammenetapkanmasalahmutu, yaitu:
1. Menyusundaftarmasalah
2. Melakukankonfirmasidaftarmasalah
3. Menetapkanprioritasmasalahmutupelayanankesehatan
2.2 MenetapkanPenyebabMasalahMutu
Sebelummenentukanpenyebabmasalahadalahmenentukanlokalmasalah.Setelahditentukandimana proses lokasimasalah, adakalanyaharusdilengkapidenganbaganatau diagram alurlayanan, kelompokkelompokpemecahanmasalahdapatmelanjutkanlangkahberikutnyayaitumenetapkanpenyebabmasalah. Kelompokmenentukanpenyebabmasalahmelaluicurahpendapatataukelompokteknik nominal.Sebagaialatbantu, kelompokdapatmenggunakan diagram tulangikan.


Berikutcaramenggunakan diagram tulangikan.
a. Tulis pertanyaan masalah pada kepala ikan yang berada di sisi kanan.
b. Tentukan kategori duri utama.
Ada yang memulai dari dua penyebab utama yaitu masukan dan proses, kemudian dari duri utama masing-masing dapat dipisah-pisah ke dalam subduri utama dan sub duri dan seterusnya sampai tidak dapat diuraikan lagi. Jika tidak dapat diuraikan berarti penyebab masalah sudah ditemukan. Ada pula yang membuat kategori duri utama langsung dengan kategori, misalnya manusia, alat, metode, lingkungan, pelatihan, supervisi dan sebagainya. Hal itu tidak menjadi masalah, yang terpenting adalah duri utama harus relevan dengan masalah.
c. Kerjakan setiap duri utama secara berurutan. Upayakan mencari penyebab masalah dari berbagai sudut pandang, seperti sudut pandang pasien dan keluarganya, masyarakat, petugas layanan kesehatan, kepala pusat layanan kesehatan, pemerintahan daerah, atau dinas kesehatan sehingga memudahkan penemuan penyebab masalah.
Kesalahan yang sering terjadi dalam menggunakan diagram tulang ikan adalah sebagai berikut.
a. Membuat duri yang tidak relevan dengan masalah.
b. Membuat penyebab masalah dengan cara menyalahkan orang lain.
c. Menggali terlalu banyak penyebab masalah tanpa memikirkan keterkaitannya
satu sama lain.


BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Dalamrangkameningkatkanmutukesehatan, kitaselakupihak yang ikutbertanggungjawabdalammelakukanmeningkatkanmutuharusmemilikikemampuanuntukmembacamasalah yang terdapatpadamasyarakatsertaharusmampumenyelesaikanmasalahtersebut.Olehkarenaitu, kitaharusmampumengidentifikasiseuahal yang berkaitandenganmasalahtersebut, diantaranyamampumenetapkanmasalahdanmenetapkanpenyebabmasalahtersebut.
3.2  SARAN
Makalahinimasihmembutuhkanmasukan yang membangun.Semogamakalahinidapatbermanfaatbagipembaca.
















DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar